Bagaimana setelah Ramadhan?

 بسم الله الرحمن الرحيم

Bagaimana setelah Ramadhan?

          Dengan nama Allah I Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

          Segala puji bagi Allah I yang menjadikan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya al-Qur`an, di dalamnya terdapat malam yang lebih baik daripada seribu bulan, dan amal ibadah dilipat gandakan pahalanya. Shalawat dan salam kita haturkan kepada manusia terbaik sepanjang masa, penutup para nabi, Muhammad r, juga para sahabat, keluarga dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

          Perjalanan waktu tanpa terasa, berlalu begitu cepat tanpa bisa ditunda sedetik juapun. Bulan Ramadhan yang sangat mulia sudah berakhir tanpa bisa tertahan sesaat pun. Bulan yang penuh berkah, saat yang paling pas untuk menggali ibadah dan meminta ampun serta bertaubat kepada Allah I sudah pergi meninggalkan kita semua hingga tahun berikutnya. Sementara kita tidak pernah mengetahui, apakah Ramadhan tahun depan masih sempat kita nikmati bersama keluarga dan orang-orang yang kita cintai? Apakah bulan puasa tahun berikutnya masih mungkin kita rasakan keindahannya dengan sedapat mungkin memperbanyak ibadah dengan berpuasa, membaca al-Qur`an, shalat Tarawih, bertaubat dan istighfar kepada Allah I? Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari sanubari kita seperti ini, memang tidak ada yang pernah mengetahui jawabannya selain Allah I tempat kita menyembah dan meminta.

          Sudah menjadi keharusan, bahwa setiap yang datang, pasti akan berlalu. Demikian pula halnya bulan Ramadhan, ia pun pergi seiring dengan sirnanya bulan di atas langit yang kita lihat setiap malam. Bulan diawali dengan bulan sabit yang terlihat begitu kecil di ufuk Barat, lalu bertambah besar sedikit demi sedikit setiap malam, hingga menjadi purnama di pertengahan bulan. Setelah itu, ia pun kembali mengecil dan sirna di akhir bulan hingga tidak tampak lagi bersama-sama kemilau bintang yang tetap bersinar gemerlapan  hingga akhir zaman dengan ijin Allah I.

          Bulan Ramadhan sesungguhnya menjadi saksi atas segala amalan yang kita kerjakan selama ini, apakah itu berupa keburukan dan maksiat, ataukah ibadah dan amal shaleh. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita melakukan intropeksi mulai saat ini, melakukan muhasabah terhadap segala hal yang sudah kita lakukan di bulan Ramadhan yang telah berlalu. Agar Ramadhan tahun ini tidak berlalu begitu saja seperti Ramadhan-Ramadhan sebelumnya.

          Ada beberapa amalan yang mesti terus kita lakukan selepas bulan Ramadhan, baik yang wajib maupun yang sunnah, dan itulah yang akan kita bahas dalam kesempatan ini:

1.        Menunaikan zakat Fitrah:

Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan di dalam Islam berupa satu sha’ (gantang) makanan yang harus dikeluarkan setiap muslim di akhir bulan Ramadhan dan sebelum dilaksanakan shalat ‘ied, sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat-nikmat Allah I dalam berbuka puasa dari Ramadhan dan menyempurnakannya, oleh karena itu juga dinamakan fitrah. Zakat fitrah ini diwajibkan pada tahun kedua Hijriyah, yaitu bersamaan dengan tahun diwajibkannya puasa bulan Ramadhan. Perbedaan zakat fitrah dengan zakat-zakat lainnya adalah, bahwa zakat fitrah merupakan penyucian (pembersih) badan, sedangkan zakat-zakat yang lain merupakan penyucian pada harta. Hal ini berdasarkan riwayat Ibnu Abbas t, beliau berkata:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ. فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصّلاَةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

Rasulullah r mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor dan memberi makan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat (Shalat Ied) maka ia adalah zakat yang diterima, dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat, maka ia termasuk sedekah.” HR. Abu Daud dan Ibnu Majah.[1]

          Adapun kadar zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah satu sha’ (gantang), yaitu sama dengan 2,40 Kg . atau 3,5 liter yang diberikan kepada orang-orang fakir di negeri ia berada. Hal ini berdasarkan sabda Nabi r yang diriwayatkan Ibnu Umar t, ia berkata:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ اْلفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ, الذَّكَرِ وَاْلأُنْثَى, الصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ, وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ.

Rasulullah r mewajibkan zakat fitrah satu sha’ dari korma atau satu sha’ gandum kepada setiap budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin. Dan beliau memerintahkan agar dikeluarkan setelah keluarnya manusia menuju shalat.” Muttafaqun ‘alaih.[2]

 

2.       Selalu menjaga shalat fardhu berjamaah:

Selama bulan Ramadhan, kita sudah membiasakan diri untuk selalu terikat dengan masjid. Setiap kali suara azan dikumandangkan, kita ayunkan langkah kaki untuk mengerjakan kewajiban shalat bersama-sama dengan kaum muslimin secara berjamaah. Ketika Ramadhan telah berakhir, hendaknya muncul semangat baru yang berawal dari kebersihan hati dan jiwa. Energi besar ini harus terus menerus kita jaga, hingga tibanya Ramadhan berikutnya. Jika semangat itu tetap terjaga, kita akan semakin mudah melaksanakan shalat berjamaah, terlebih lagi pahala shalat berjamaah ini sangat besar, sebagaimana yang disabdakan Nabi r dari Abdullah bin Umar t, bahwasanya Nabi r bersabda:

صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً.  وَفِى رِوَايَةٍ : بِخَمْسٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَةً

Shalat berjamaah lebih baik dari shalat sendirian dua puluh derajat.”  Dan dalam satu riwayat: “Dua puluh lima derajat.”Muttafaqun ‘alaih.[3]

Dan dalam hadits yang lain, Rasulullah r bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيْضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ, كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيْئَةً وَاْلأُخْرىَ تَرْفَعُ دَرَجَةً.

Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah I (masjid), untuk menunaikan salah satu kewajiban Allah I, niscaya salah satu langkahnya menggugurkan dosa dan yang lain meninggikan derajat.”[4]

Abu Hurairah t juga meriwayatkan dalam hadits yang lain, bahwa Nabi r bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ, أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ.

Barangsiapa yang pergi ke masjid, di pagi hari atau di sore hari, niscaya Allah I menyiapkan sorga sebagai tempat tinggalnya, setiap ia berangkat di pagi hari atau di sore hari.” Muttafaqun ‘alaih.[5]

 

3.       Melaksanakan shalat sunnah rawatib dan shalat-shalat sunnah lainnya:

Kita telah mendapatkan tarbiyah yang sangat berharga dari madrasah Ramadhan. Salah satunya adalah memperbanyak ibadah shalat-shalat sunnah seperti tarawih, witir, dan tahajjud. Dan setelah Ramadhan berakhir, hendaklah semangat yang telah kita peroleh dari madrasah Ramadhan itu jangan ikut pergi bersama berlalunya bulan Ramadhan.

Adapun di antara keutamaan shalat sunnah tersebut adalah:

a.        Sunnah rawatib: yaitu shalat yang dilaksanakan sebelum atau sesudah shalat fardhu: Dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah r bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يُصَلِّى ِللهِ  كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيْضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ, أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ

‘Tidak ada seorang hamba yang melaksanakan shalat karena Allah I setiap hari sebanyak dua belas rekaat selain yang fardhu, kecuali Allah I membangun untuknya satu rumah di surga, atau melainkan dibangun untuknya satu rumah di surga.” HR. Muslim.[6]

          Sunnah-sunnah tersebut adalah 4 rakaat sebelum zuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat setelah magrib, 2 rakaat setelah isya, dan 2 rakaat sebelum subuh, semuanya berjumlah 12 rakaat. Sunnah rawatib yang paling utama adalah dua rakaat sebelum shalat Subuh, dan sunnah rawatib ini boleh dilaksanakan di masjid dan boleh pula di rumah, dan yang lebih utama adalah di rumah, berdasarkan sabda Nabi r:

… فَصَلُّوْا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوْتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلاَةِ صَلاَةُ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الْمَكْتُوْبَةَ.

Laksanakanlah shalat di rumahmu, wahai manusia, maka sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat fardhu.” Muttafaqun ‘alaih.[7]

 

b.        Shalat Tahajjud: yaitu ibadah shalat yang dilaksanakan di malam hari dan Allah I memerintahkan kepada Rasul-Nya r agar selalu melaksanakannya: Firman Allah I:

يَآأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ 0 قُمِ الَّيْلَ إِلاَّ قَلِيلاً 0 نِّصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلاً 0 أَوْزِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلاً

Hai orang yang berselimut (Muhammad), * bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), * (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, * atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. (QS. Al-Muzammil :1-4)

Dan firman-Nya:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Israa`:79)

Dan Rasulullah r pernah ditanya tentang shalat yang paling utama setelah shalat fardhu, beliau menjawab:

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ الْمَكْتُوْبَةِ الصَّلاَةُ فِى جَوْفِ اللَّيْلِ.

Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat di tengah malam.” HR. Muslim.[8]    

 

c.         Shalat Witir: yaitu shalat yang dilaksanakan setelah shalat Isya hingga terbit fajar yang kedua. Sekurang-kurangnya satu rekaat dan sebanyak-banyaknya sebelas atau tiga belas rekaat.

 

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: أَوْصَانِي خَلِيْلِى بِثَلاَثٍ, لاَ أَدَعُهُنَّ حَتّى أَمُوْتَ: صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلاَةُ الضَّحَى وَنَوْمٌ عَلَى وِتْرٍ.

 Dari Abu Hurairah t, ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah r) berpesan kepadaku dengan tiga perkara, aku tidak akan meninggalkannya hingga mati: puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur setelah shalat witir.” Muttafaqun ‘alaih.[9]

          Ini adalah sebagian dari keutamaan shalat sunnah rawatib dan shalat sunnah yang lainnya. Di samping itu masih banyak shalat-shalat sunnah lainnya yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, seperti shalat Dhuha, shalat Istikharah, shalat gerhana dan yang lainnya. Wallahu A’lam.

 

4.       Membaca al-Qur`an:

Salah satu tarbiyah selama madrasah Ramadhan yang telah kita jalani adalah membaca al-Qur`an. Kita harus mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah I, karena selama bulan Ramadhan, sebagian besar dari kita telah berhasil mengkhatamkan al-Qur`an minimal satu kali, atau paling tidak kita telah mampu membaca sekian juz dan surah selama bulan al-Qur`an yang mulia ini. Hal itu merupakan hidayah dan taufik yang tidak terhingga yang telah dianugerahkan Allah I kepada kita.

Setelah berlalunya bulan yang mulia ini, muncul satu pertanyaan singkat, bagaimana setelah Ramadhan? Akankah energi membaca al-Qur`an yang sudah kita dapatkan selama bulan Ramadhan akan kita biarkan lepas dari kita setelah berlalunya bulan Ramadhan? Tentu kita tidak menghendaki hal seperti itu. Sedangkan satu hari masih tetap seperti biasa, yaitu 24 jam.

Saudara seiman, kalau dalam sehari kita mampu membaca majalah, surat kabar, atau bahan bacaan lainnya sekian halaman banyaknya, kenapa kita tidak berusaha untuk melakukan hal yang sama terhadap al-Qur`an? Padahal al-Qur`an adalah sumber pedoman hidup kita yang pertama, di samping hadits-hadits Rasulullah r sebagai sumber yang kedua. Cobalah kita membacanya paling tidak sekadar satu atau dua ayat sebelum atau sesudah shalat fardhu, tentu lebih baik lagi kalau kita bisa melakukan lebih dari itu. Setelah itu, cobalah kita membaca terjemahannya dan melakukan tadabbur (perenungan, penghayatan) terhadap ayat yang telah kita baca. Kalau itu bisa kita lakukan, kita akan bisa merasakan betapa indahnya agama Islam yang kita anut ini. Kalau kita membaca atau mendengar cerita orang-orang mendapat hidayah untuk memeluk Islam, sebagian besar dari mereka mendapatkan cahaya iman dari al-Qur`an yang penuh dengan nur Ilahi.

Sebagian kaum muslimin, pada saat ini, telah jauh dari al-Qur`an yang merupakan petunjuk paling utama dalam mengarungi kehidupan. Sementara para musuh Islam berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal maupun kelompok dari al-Qur`an. Dalam buku ‘Rencana Penghapusan Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern‘ yang ditulis oleh Nabil bin Abdurrahman al-Mahisy/13, disebutkan bahwa Jal Daston selaku perdana menteri Inggris mengemukakan bahwa selama al-Qur`an masih berada di tangan kaum muslimin, Eropa tidak akan bisa menguasai negara-negara Timur.

Merupakan satu keharusan bagi setiap muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan al-Qur`an, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir, dan bertindak. Membaca al-Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, dan untuk menggairahkan serta menghidupkan kembali gairah dan energi kita dalam membaca al-Qur`an, berikut ini adalah sebagian di antara keutamaan al-Qur`an dan membacanya:

Firman Allah I:

 

إِنَّ هَذَا الْقُرْءَانَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (QS. Al-Israa`:9)

Hadits Rasulullah r yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Utsman bin ‘Affan t, Nabi r bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya.”[10]

Dan dalam hadits lain, dari Abu Umamah al-Bahili t, Rasulullah r bersabda:

اِقْرَءُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ…

Bacalah al-Qur`an, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada ahlinya.” HR. Muslim.[11]

          Semoga Allah I memberi hidayah dan taufik kepada kita semua, serta memudahkan langkah kita untuk kembali kepada Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya r.

 


[1] Hasan/ HR. Abu Daud no. 1609, ini adalah lafazhnya, Shahih Sunan Abu Daud no. 1420, dan Ibnu Majah no. 1827, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 1480.

[2] HR. al-Bukhari no. 1503, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 984 dan 986.

[3] HR. al-Bukhari no. 645 dan 646, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 650 dab 649.

[4] HR. Muslim no. 666.

[5] HR. al-Bukhari no. 662, dan Muslim no. 669, ini adalah lafazhnya.

[6] HR. Muslim no. 728.

[7] HR. al-Bukhari no. 731, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 781

[8] HR. Muslim no. 1163.

[9]HR. al-Bukhari no. 1178, ini adalah lafazhnya, dan Muslim no. 721.

[10] HR. al-Bukhari no. 5027

[11]HR. Muslim no. 804

Sumber :

abuabdillah88@yahoo.com (Abu Abdillah)

website: http://www.assunnah-qatar.com
Groups : http://groups.yahoo.com/group/assunnah-qatar/

Koneksi Internet dengan Modem Huawei E220 dan IM3 prabayar

Langkah pertama :

1. Siapkan modem Huawei E220, krn cuma ini yg saya punya, hohohohoho

2. Sim card IM3 dengan nominal pulsa cukup Besar atau semampu mengisinya

3.Settingan Modem :

- APN = indosatgprs

- Number = *99#

- Username = indosat@durasi

-Password = indosat@durasi

Saya coba settingan ini pada Ubuntu 10.04 dan berhasil,  mungkin dipengguna windows ga jauh berbeda disetting pada  software Mobile Partner bawaan modem yang biasanya digunakan tuk koneksi internet di windows

 

Beberapa faktor kaum muslimin dahulu memegang kendali kepemimpinan Dunia…!!!

1. Memegang teguh kitab yang turun dari langit (Al Qur’an)  dan menjalankan syariat yang telah di tetapkan oleh ALLAH

2. Mereka melaksanakan hukum dengan akhlak dan jiwa yang bersih

3. Mereka berusaha dan berjuang semata-mata untuk mengeluarkan manusia dari penyembahan terhadap sesamanya menuju penyembahan terhadap ALLAH saja

4. Mereka berusaha menjadi manusia yang seimbang

Sumber :

- Abul Hasan Ali An-Nadwi,

- Abu Azmi Azizah,  Bagaimana Berpikir Islami; intermedia

Ubuntu workstation dan windows server

Ruby1.9.1 dan Geany di Ubuntu

Installasi Ruby1.9.1, buka terminal dan ketik :

sudo apt-get install ruby1.9.1-full

maka semua paket2 Ruby dari repository ubuntu akan terinstall, setelah itu buat folder tersendiri sebagai tempat
penyimpanan source code ruby misal: home/fondix/Documents/latihanruby/

contoh :
buat file berekstension .rb terserah pake editor apa saja,
kalo saya pake Geany,simpan di folder /latihanruby

## sintaks ruby, simpan dgn nama test.rb ## 
puts "Ruby kereeeen...!!!!!"

atau mencoba irb dari teminal pun bisa, silahkan saja tergantung selera.
untuk Geany + Ruby1.9.1 harus di buatkan symlinks 

setelah symlinks berhasil dibuat maka source code Ruby1.9.1
akan langsung bisa di compile(F8) dan execute(F5) 





Sumber :
 http://www.hackido.com/2009/04/install-ruby-rails-on-ubuntu-904-jaunty.html
 http://www.ruby-lang.org/en/downloads/

Membaca Al-Qur’an, Kebiasaan yang Menyehatkan

Membaca Al-Qur’an, Kebiasaan yang Menyehatkan
dr. H AGUS SUKACA, M.Kes.

Rasulullah saw memerintahkan kita untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an dan memberikan kabar gembira bagi orang yang selalu membacanya. Beliau bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, akan mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan berlipat sepuluh kali. Aku tidak berkata alif, laam, mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)

Beliau memerintahkan kita mengkhatamkan Al-Qur’an sebulan sekali, dan paling cepat dalam tiga hari. Abdullah bin Amrin bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa lama saya harus mengkhatamkan Al-Qur’an?” Nabi menjawab, “sebulan”. Abdullah berkata,”Saya mampu mengkhatamkan kurang dari sebulan.” Abu Musa mengulangi perkataannya dan mengurangi (tempo khatamnya) sampai Rasulullah bersabda, “Khatamkanlah Al-Qur’an selama tujuh hari.” Abdullah mengatakan, “Saya bisa mengkhatamkan dalam waktu kurang dari 7 hari.” Nabi bersabda,”Tidak akan memahami Al-Qur’an bagi orang yang membacanya (mengkhatamkannya) dalam waktu kurang dari 3 hari.” (HR Abu Daud)

Al-Qur’an diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk umat manusia sampai akhir zaman. Fungsi Al-Qur’an antara lain sebagai petunjuk (hudan), sumber informasi/penjelasan (bayan), pembeda antara yang benar dan yang salah (al-furqan), penyembuh (syifa’), rahmat, dan nasihat atau petuah (mau’idzah).

Salah satu manfaat Al-Qur’an adalah sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian yang dilakukan Dr. Ahmad al Qadhi, direktur utama Islamic Medicine Institute for Education and Research yang berpusat di Amerika Serikat sekaligus konsultan ahli sebuah klinik di Panama City, Florida. Ia meneliti pengaruh Al-Qur’an pada manusia dalam perspektif fisiologi dan psikologi. Penelitian dilakukan dalam 2 tahapan.

Tahap pertama, bertujuan untuk meneliti kemungkinan adanya pengaruh Al-Qur’an pada fungsi organ tubuh sekaligus mengukur intensitasnya jika memang ada. Tahap kedua, diarahkan untuk mengetahui apakah efek yang ditimbulkan benar-benar karena Al-Qur’an atau bukan. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan mesin pengukur dan terapi stres yang berbasis komputer, model MEDAQ 2002 (medical data quotient) yang ditemukan dan dikembangkan Pusat Kedokteran Universitas Boston. Alat ini mampu mengukur reaksi yang menunjukkan tingkat stres dengan 2 cara: (1) melakukan pemeriksaan fisik secara langsung melalui komputer, dan (2) memonitor serta mengukur perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh.

Eksperimen dilakukan sebanyak 210 kali dengan melibatkan responden laki-laki dan perempuan dengan usia antara 18-40 tahun. Semua responden non Muslim dan tidak bisa berbahasa Arab. Mereka diminta mendengarkan bacaan Al-Qur’an dengan bahasa Arab dengan kaidah tajwid 85 kali. Mereka juga diminta mendengarkan bacaan berbahasa Arab yang bukan Al-Qur’an sebanyak 85 kali juga. Bacaan-bacaan berbahasa Arab non Al-Qur’an ini dilantunkan dengan kaidah tajwid layaknya Al-Qur’an sehingga memiliki kemiripan dengan Al-Qur’an dari aspek lafal, intonasi suara, dan ketukan di indera pendengaran. Bacaan bahasa Arab non Al-Qur’an digunakan sebagai placebo, artinya responden tidak dapat membedakan antara bacaan Al-Qur’an dengan non Al-Qur’an.

Hasil eksperimen menunjukkan, bacaan Al-Qur’an menimbulkan efek relaksasi hingga 65%, sedangkan bacaan berbahasa Arab non Al-Qur’an hanya mencapai 33%. Hasil ini juga menunjukkan, Al-Qur’an memiliki pengaruh positif yang cukup signifikan dalam menurunkan ketegangan (stres) pada pengukuran kualitatif maupun kuantitatif. Pengaruh ini tampak dalam bentuk perubahan-perubahan yang terjadi pada arus listrik di otot, juga perubahan pada daya tangkap di kulit terhadap konduksi listrik, perubahan pada sirkulasi darah, serta perubahan pada detak jantung, kadar darah yang mengalir pada kulit yang kesemuanya saling terkait dan paralel dengan perubahan-perubahan pada aspek lain.

Semua perubahan ini menunjukkan adanya perubahan fungsi dan kinerja sistem syaraf otonom yang lebih lanjut berpengaruh pada organ-organ tubuh yang lain serta fungsi-fungsinya. Karena itu ditemukan adanya kemungkinan-kemungkinan tidak terbatas pada pengaruh-pengaruh fisiologis yang bisa dihasilkan Al-Qur’an.

Dalam penelitian lain, Kazemi dkk melakukan penelitian yang mirip terhadap 107 mahasiswa keperawatan Rafsanjan University of Medical Sciencies dengan metode kuasi eksperimental. Mereka dibagi ke dalam 2 grup, grup kontrol dan case group. Skor Kesehatan Mental diukur pada kedua grup dengan 12 item kuesioner. Case group mendengarkan Al-Qur’an masing-masing selama 15 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu berturut-turut, yang diperdengarkan dengan tape recorder. Seminggu setelah intervensi selesai, skor kesehatan mental diukur kembali pada kedua grup. Hasilnya, terjadi peningkatan skor kesehatan mental yang signifikan pada case group. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan, dengan mendengarkan Al- Qur’an dapat dijadikan cara untuk meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.

Betapa luar biasanya Al-Qur’an, sistem tubuh ternyata memberikan respon positif terhadap bacaan Al-Qur’an meskipun si empunya tubuh tidak memahami artinya. Apatah lagi kalau yang membaca atau mendengarkan memahami makna bacaannya, pasti efeknya lebih dahsyat lagi. Dengan kita membaca Al-Qur’an setiap hari, pasti banyak kebaikan yang kita dapat. Insya Allah kita sehat! Wallahu a’lam.l

Categories : JANUARI 2010 | SM 02-10
suara-muhammadiyah.com

Sumber :
Artikel dari Suara Muhammadiyah edisi SM 02-10
mudah2-an kita senantiasa bisa menyempatkan waktu
untuk membaca Al-Qur’an.

wassalam,
harman
&
Nugroho Laison,

Masjid Al Aqsa

Image Hosting

Cadar, Celana Ngatung dan Janggut bukan Ciri-ciri Teroris

Bismillah,

Ketahuilah wahai kaum Muslimin, menggunakan cadar bagi wanita muslimah, mengangkat celana jangan sampai menutupi mata kaki dan membiarkan janggut tumbuh bagi seorang laki-laki Muslim adalah kewajiban agama dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan terorisme, sebagaimana yang akan kami jelaskan nanti bukti-buktinya insya Allah dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta penjelasan para Ulama ummat.

Benar bahwa sebagian Teroris juga mengamalkan kewajiban-kewajiban di atas, namun apakah setiap yang mengamalkannya dituduh Teroris?! Kalau begitu bersiaplah menjadi bangsa yang teramat dangkal pemahamannya… Maka inilah keterangan ringkas yang insya Allah dapat meluruskan kesalah pahaman.

Pertama: Dasar kewajiban menggunakan cadar bagi Muslimah

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)
Perhatikanlah, ayat ini memerintahkan para wanita untuk menutup seluruh tubuh mereka tanpa kecuali. Berkata As-Suyuthi rahimahullah, “Ayat hijab ini berlaku bagi seluruh wanita, di dalam ayat ini terdapat dalil kewajiban menutup kepala dan wajah bagi wanita.” (Lihat Hirasatul Fadhilah, hal. 51, karya Asy-Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid rahimahullah).
Istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang mulia: ‘Aisyah radhiyallahu’anha dan para wanita di zamannya juga menggunakan cadar, sebagaimana penuturan ‘Aisyah radhiyallahu’anha berikut:
“Para pengendara (laki-laki) melewati kami, di saat kami (para wanita) berihram bersama-sama Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam. Maka jika mereka telah dekat kepada kami, salah seorang di antara kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya sampai menutupi wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, maka kami membuka wajah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain).

Kedua: Dasar kewajiban mengangkat celana, jangan sampai menutupi
mata kaki bagi laki-laki Muslim

Banyak sekali dalil yang melarang isbal (memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki), diantaranya sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu:
“Bagian kain sarung yang terletak di bawah kedua mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Al-Bukhori, no. 5787).
Dan hadits ‘Aisyah radhiyallahu’anha:
“Bagian kain sarung yang terletak di bawah mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Ahmad, 6/59,257).

Ketiga: Dasar kewajiban membiarkan janggut tumbuh bagi laki-laki Muslim

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong kumis dan membiarkan janggut.” (HR. Muslim no. 624).
Juga dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berbedalah dengan orang-orang musyrik; potonglah kumis dan biarkanlah janggut.” (HR. Muslim no. 625).
Dan masih banyak hadits lain yang menunjukkan perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk membiarkan janggut tumbuh, sedang perintah hukum asalnya adalah wajib sepanjang tidak ada dalil yang memalingkannya dari hukum asal.

Demikianlah penjelasan ringkas dari kami, semoga setelah mengetahui ini kita lebih berhati-hati lagi dalam menyikapi orang-orang yang mengamalkan sejumlah kewajiban di atas. Tentu sangat tidak bijaksana apabila kita mengeneralisir setiap orang yang nampak kesungguhannya dalam menjalankan agama sebagai teroris atau bagian dari jaringan teroris, bahkan minimal ada dua resiko berbahaya apabila seorang mencela dan membenci satu kewajiban agama atau membenci orang-orang yang mengamalkannya (disebabkan karena amalan tersebut):

Pertama: Berbuat zhalim kepada wali-wali Allah, sebab wali-wali Allah adalah orang-orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik perintah itu wajib maupun sunnah. Dan barangsiapa yang memusuhi wali Allah dia akan mendapatkan kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla.
Allah Ta’ala berfirman: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa”. (Yunus: 62-63)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai daripada amal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal sunnah sampai Aku mencintainya. Apabila Aku sudah mencintainya maka Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah. Kalau dia meminta kepada-Ku pasti akan Aku beri. Dan kalau dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti akan Aku lindungi.’.” (HR. Bukhari, lihat hadits Arba’in ke-38).

Faidah: Para Ulama menjelasakan bahwa makna, “Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah” adalah hidayah dari Allah Ta’ala kepada wali-Nya, sehingga ia tidak mendengar kecuali yang diridhai Allah, tidak melihat kepada apa yang diharamkan Allah dan tidak menggunakan kaki dan tangannya kecuali untuk melakukan kebaikan.

Kedua: Perbuatan tersebut bisa menyebabkan kekafiran, sebab mencela dan membenci satu bagian dari syari’at Allah Jalla wa ‘Ala, baik yang wajib maupun yang sunnah, atau membenci pelakunya (disebabkan karena syari’at yang dia amalkan) merupakan kekafiran kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Berkata Asy-Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah pada pembatal keislaman yang kelima:
“Barangsiapa membenci suatu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam walaupun dia mengamalkannya, maka dia telah kafir.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Yang demikian karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan amalan-amalan mereka.” (Muhammad: 9)

Maka berhati-hatilah wahai kaum Muslimin.

Dan kepada Ikhwan dan Akhwat yang telah diberikan hidayah oleh Allah untuk dapat menjalankan kewajiban-kewajiban di atas hendaklah bersabar dan tetap tsabat (kokoh) di atas sunnah, karena memang demikianlah konsekuensi keimanan, mesti ada ujian yang menyertainya.
Dan wajib bagi kalian untuk senantiasa menuntut ilmu agama dan menjelaskan kepada ummat dengan hikmah dan lemah lembut, serta hujjah yang kuat agar terbuka hati mereka insya Allah, untuk menerima kebenaran ilmu yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah, bukan pemahaman Teroris. Wallohul Musta’an.

Tanah Baru, Depok, 3 Ramadhan 1430 H.

oleh Al-Ustadz Sofyan Ruray

Dikutip dari tulisan asli :
Nasehat Kepada Teroris: Ketahuilah, Jihad Beda dengan Terorisme !!!

Sumber :
assunnah-qatar@yahoogroups.com
novielda@yahoo.com

Pidgin 2.6.1 di Ubuntu Hardy

awalnya sih karena penasaran aja, kok buddy icon Yahoo Messenger temen2 gw ga keliatan di pidgin 2.6.1,
padahal udah di upgrade, bingung juga sih googling sana sini, (ngeklik hal2 berkaitan dengan pidgin, hehehe ) ternyata masalahnya di Pager server pidgin

Pager server bawaan pidgin 2.6.1 : cn.scs.msg.yahoo.com
kalo pake yg ini bisa login sih, malahan normal bisa chat sampe pegel dah tuh jari tapi…!!!!

kok picture Yahoo Messenger atau buddy icon temen2 gw ga keliatan..??? cuma id-yahoo doang polos…

RALAT

scsc.msg.yahoo.com(TIDAK BISA DIPAKE LG, ENTAH KNP..???)
di ganti dengan pager server diatas (cn.scs.msg.yahoo.com), logout trus login lagi, dengan pager server yang bawaan pidgin 2.6.1 muncul dah tuh photo2 buddy icon temen2 gw

Sumber Inspirasi :

http://budiwijaya.or.id/tutorial/pidgin-tidak-bisa-login-yahoo-messenger.html

http://www.celticwolf.com/useful-information/faqs/26-pidgin-yahoo

menginstall CakePHP di Linux Mint

langkah pertama :
install php5, mysql dan apache serta phpmyadmin dari repository ubuntu, karena linux mint ini varian ubuntu, atau bisa juga install xampp versi linux terserah sih,download CakePHP disini download saya kemudian ekstrak file tersebut ke directory var/www/
nah saya pake paketan dari repo harus sedikit konfigurasi apache2 gini nih caranya :

buka terminal/konsole, kemudian login sebagai root
fondix@fondix-Elyssa ~ $ sudo -i
[sudo] password for fondix:

fondix-Elyssa ~ # cd /
fondix-Elyssa / # gedit /etc/apache2/sites-available/default **saya pake editor gedit, bisa juga pake editor lainnya kok
nah pasti ke buka tuh script konfigurasinya, kemudian ubah settingan menjadi seperti ini :

DocumentRoot /var/www/

Options FollowSymLinks
AllowOverride all

Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride All
Order allow,deny
allow from all

setelah di ubah, trus di simpan dong, trus quit deh
proses blm selesai nih, masih di terminal/konsole ketik ini :

fondix-Elyssa / # a2enmod rewrite **Enable mod_rewrite

ribet yah, hohohohoho tapi disinilah seninya (menurut saya, hehehe)

sekarang mengubah hak akses file cakephp yg td di download, oh iya jangan lupa rename nama file cakephp td yang di ekstrak ke directory var/www/ (htdocs di linux)
fondix-Elyssa / # cd var/www/
fondix-Elyssa www # find /var/www/belajarcake/ -type d -exec chmod 755 { } \;
fondix-Elyssa www # find /var/www/belajarcake/ -type f -exec chmod 644 { } \;
fondix-Elyssa www # chown -R www-data:www-data belajarcake/

**belajarcake itu folder cakephp yg udah saya rename

buka browser ketik localhost/belajarcake maka akan muncul dah tuh tampilan awal cakephp
contoh tampilan awal

kemudian ini apaan yah ??
Notice (1024): Please change the value of ‘Security.salt’ in app/config/core.php to a salt value specific to your application [CORE\cake\libs\debugger.php, line 557].
solusinya ada disini nih klik saya

Sumber Inspirasi :

http://blog.myinfinityx.com/

http://www.phpfreaks.com/forums/index.php?topic=221452.0

tutorial Joomla Untuk pemula, oleh Nur Aini Rakhmawati

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.